1. Nomor urut antrian berdasarkan waktu lapor kedatangan pasien kepada petugas administrasi.
  2. Pasien baru bisa dilakukan proses pendaftaran langsung dipoli rehabilitasi medik
  3. Pasien dengan alat bantu dibuatkan ruang tunggu tersendiri dan dibawah pengawasan petugas rehabilitasi medik.
  4. Setiap pasien yang datang ke administrasi untuk melakukan proses pendaftaran harus langsung dilakukan skoring resiko jatuh dan dilakukan penanganan pasien resiko jatuh dan dilakukan skrening nyeri.Khusus untuk anak – anak yang dalam pengawasan orang tua tidak dilakukan asesmen resiko jatu.
  5. Untuk pasien baru harus dilakukan pemeriksaan oleh dr SpKFR terlebih dahulu sebelum mendapatkan tindakan terapi,jika dr SpKFR berhalangan maka dilakukan konsultasi oleh terapis melalui telpon.
  6. Untuk pasien rawat inap periksa dr hanya dilakukan sekali saja,bisa dilakukan pemeriksaan lagi jika ada sesuatu hal atau ada permintaan khusus dari terapis.
  7. Pasien dengan resiko jatuh sedang sampai tinggi dilakukan pelayanan terapi ditempat tidur yang memenuhi standar untuk pencegahan pasien jatuh.
  8. Peralatan yang terdapat pada rehabilitasi medis harus di uji dan di kalibrasi secara berkala oleh Badan Pengujian Fasilitas kesehatan dan / atau institusi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  9. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas wajib mengikuti pelatihan yang diselenggarakan.
  10. Untuk proses administrasi pasien umum,Petugas fisioterapi harus memastikan berkas KEU-01 dan pasienya yang dipergunakan untuk administrasi sampai ke kasir.
  11. Pasien dengan tindakan fisioterapi latihan maka perlu di cek tekanan darah terlebih dahulu dan harus dalam kondisi fisik yang stabil serta pastikan pasien tidak dalam kondisi puasa,serta disaat proses terapi selalu jaga komunikasi dengan pasien agar petugas tau kapan pasien perlu istirahat atau menyudahi latihan.
  12. Indikasi dan kontra indikasi latihan gerak pasif

Indikasi :

  1. kondisi coma / post coma
  2. kondisi lama bed rest
  3. kondisi post operative,post fraktur / dislokasi,lama tidak befungsi / imobilisasi
  4. kondisi kekakuan sendi dan pemendekan otot

Kontra indikasi:

  1. Pasien denga panas tinggi dan adanya proses peradangan akut
  2. Hipper ekstensi dan hiper adduksi pada post fraktur collum femoris dengan Moore Prothese / pen dan post fraktur shaft of femur dengan pen
  3. Indikasi dan kontra indikasi latihan aktif.

Indikasi :

  1. Kondisi kelemahan otot dengan nilai 3 ke atas
  2. Kondisi kesulitan pengontrolan gerak anggota gerak tubuh
  3. Kondisi terhambatnya jarak gerakan sendi
  4. Kondisi ketegagan otot dan jaringan lunak

Kontra indikasi:

  1. Pasien dengan panas tinggi
  2. Penderita dalam keadaan bed rest total
  3. Penderita penyakit jantung perlu teknik khusus
  4. Penderita khusus habis operasi dengan Moore Prothese gerakan sendi paha (hip join) adduksi,flexi dan internal otasi tidak boleh berlebihan
  5. Penderita yang tidak kooperatif
  6. Indikasi dan kontra indikasi latihan aktif dengan beban :

Indikasi :

  1. Kondisi kelemahan otot dengan nilai 4
  2. Kondisi kesilitan pengontrolan anggota gerak
  3. Kondisi menyusutnya volume otot (atrophy)

Kontra indikasi :

  1. Penderita panas tinggi
  2. Penderita dalam keadaan bed rest total
  3. Penderita penyakit jantung perlu teknis khusus

Penderita khusus habis operasi dengan moore prothese gerakan sendi paha (hip join) adduksi,flexi dan internal rotassi tidak boleh berlebihan